,

Melawan Berita Bohong

Berita bohong harus kita lawan, karena dampaknya bagi kehidupan sosial dan politik sangat destruktif, bisa mengoyak keharmonisan bangsa dan menyuburkan tradisi yang buruk di tengah kehidupan masyarakat. Berita bohong menjadi menjadi topik yang terus-menerus diperbincangkan, terlebih setelah “tragedi” Ratna Sarumpaet. Peristiwa Ratna kita sebut tragedi karena melibatkan banyak kalangan. Hampir semua tokoh yang berada di barisan oposisi terlibat dalam tragedi ini. Tragedi nasional yang unik yang sejatinya tidak masuk akal. Betapa tidak, tokoh-tokoh sekaliber Prabowo Subiyanto, Amien Rais, dan lain-lain…...
Read More

Mewaspadai Kegaduhan Politik Sebelum Masa Kampanye

Kegaduhan politik menjadi fenomena yang selalu muncul pada setiap menjelang perhelatan politik. Apalagi, perhelatan politik 2019, akan mengulang sejarah 2014, yakni adanya polarisasi dua kekuatan, antara pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subiyanto. Tanding ulang ini sejatinya membuktikan bahwa sejarah perpolitikan nasional kita belum beranjak jauh, terutama dari sisi kaderisasi kepemimpinan nasional. Di luar kompetisi head to head Jokowi-Prabowo, kegaduhan politik merupakan hal biasa dalam negara yang menganut sistem demokrasi multipartai karena antara partai satu dengan yang lainnya mempunyai kepentingan dan…...
Read More

Pelajaran dari Tiga Peristiwa Politik

Stuntman atau pemeran pengganti dalam pembukaan Asian Games, ibadah haji yang diwarnai gerakan politik #2019GantiPresiden, dan (tragedi) penolakan kehadiran Neno Warisman di beberapa tempat, adalah tiga peristiwa politik yang belakangan ini menjadi trending topic di berbagai media. Ketiganya patut kita cermati dan ambil pelajaran. Aksi Presiden Joko Widodo dalam scene film pendek dengan mengendarai motor yang atraktif untuk mengawali pembukaan Asian Games mengundang decak kagum bukan hanya dari para pendukungnya, tapi juga dari masyarakat yang “netral” termasuk dari para tamu…...
Read More

Menjaga Demokrasi yang Beradab

Pemilu untuk memilih anggota legislatif (Pileg), dan Pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden (Pilpres) yang mulai 2019 akan dilakukan secara bersamaan merupakan salah satu cara untuk mengimplementasikan sistem demokrasi yang kita akui sebagai mekanisme politik paling beradab di muka bumi. Meskipun tidak sedikit kritik bahkan kecaman terhadap demokrasi, toh para pengritik itu belum mampu menghadirkan mekanisme politik (alternatif) baru yang benar-benar kompatibel untuk perkembangan dunia modern. Alih-alih menjadi penantang tangguh demokrasi yang berkembang pesat di Barat, komunisme Uni Soviet…...
Read More

Pragmatisme yang Positif

Di era menjelang perhelatan politik, pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu Presiden (Pilpres), pragmatisme menjadi fenomena yang sangat lekat dengan proses politik. Penentuan siapa yang diusung atau didukung menjadi pasangan capres-cawapres, pragmatisme menjadi pertimbangan utama –walau dalam kepentingan komunikasi politik kerap dibalut dengan idealisme. Pragmatisme yang dimaksud, yang paling utama menyangkut faktor keterpilihan (elektabilitas) capres-cawapres. Pragmatisme politik semacam ini kerap menuai kritik karena elektabilitas sejatinya tidak identik dengan kualitas. Tapi perlu juga digarisbawahi bahwa antara elektabilitas dan kualitas bukan dua hal…...
Read More
,

Bahaya Politisasi Agama

Bagaimana hubungan agama dan politik adalah perdebatan klasik yang tak kunjung usai, entah sampai kapan. Ada yang mengatakan perdebatan ini akan berhenti dengan sendirinya manakala masyarakat sudah beranjak dewasa dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ternyata, di negara-negara maju sekalipun, kerumitan hubungan antara agama dan politik tetap terjadi. Di Indonesia, kita menemukan banyak fakta bahwa dosis agama akan menguat pada setiap saat menghadapi kontestasi untuk merebut jabatan-jabatan politik. Penggunaan dosis agama dalam berpolitik inilah yang sering kita sebut dengan poilitisasi…...
Read More

Menjaga Integritas Demokrasi dari Daerah

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahap ketiga berlangsung 27 Juni 2018 di 171 daerah, dengan rincian 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Ini merupakan salah satu peristiwa penting, terutama dalam menjaga integritas demokrasi dari daerah. Dari sisi jumlah daerah, Pilkada kali ini masih kalah jumlah dibandingkan Pilkada tahap pertama tahun 2015 lalu yang berlangsung di 269 daerah. Tapi dari sisi keterlibatan pemilih, jauh lebih banyak, bahkan jika dibandingkan dengan gabungan dua tahap sebelumnya. Ada 152 juta lebih pemilih terdaftar…...
Read More

Menguatkan Komitmen Membela Bangsa

Penangkapan tiga terduga teroris di dalam kampus Universitas Raiu baru-baru ini mengkonfirmasi temuan sejumlah survei yang menunjukkan tumbuh dan berkembangnya radikalisme di lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun rata-rata persentasenya masih kecil, jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang serius, bukan tidak mungkin embrio yang kecil itu akan tumbuh menjadi kekuatan besar. Mengapa harus dicegah, karena radikalisme, terutama dalam memahami dan menafsirkan agama, dalam konteks Indonesia yang ultientik dan agama, berpotensi memecah belah dan bisa meruntuhkan pilar-pilar kebangsaan yang sudah dibangun para pejuang pendahulu…...
Read More

Menjaga Kepercayaan Masyarakat Terhadap Demokrasi

Democracy is the best form of government. Ini sudah menjadi keyakinan umum karena sejauh ini belum ada sistem lain yang dianggap lebih baik. Oleh karena itulah, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi menjadi narasi yang terus menerus digaungkan di ruang public. Mengapa demokrasi? Karena ada jaminan kebebasan semua warga negara tanpa kecuali. Demokrasi mewakili pandangan dan gagasan semua warga negara, baik mayoritas maupun minoritas. Demokrasi membantu kita untuk menyelesaikan konflik dan pertengkaran dengan cara yang adil dan elegan. Menghormati hak asasi…...
Read More

Membangun Kesadaran Kritis yang Konstruktif

Semakin dekat waktunya dengan pemilihan umum (Pemilu) akan semakin banyak bermunculan isu-isu politik di ranah publik, baik yang positif maupun negatif. Membangun kesadaran kritis yang konstruktif menjadi keniscayaan untuk membangun peradaban. Kalau kita cermati, isu yang muncul pada saat menjelang Pemilu 2014 lalu, direproduksi dengan sedikit modifikasi, dan disebarluaskan kembali dengan tujuan untuk mempengaruhi opini publik, yang paling menonjol misalnya soal antek asing (terutama China), kriminalisasi ulama, dan kebangkitan komunisme. Mengapa isu-isu bernuansa ideologis ini dimunculkan, diduga kuat karena adanya…...
Read More