SATU demi satu anggota DPR tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah Al Amin Nasution dari PPP, menyusul baru-baru ini Bulyan Royan dari PBR, besok entah giliran siapa dan dari partai apa? Kita tunggu saja.

Serial penangkapan ini harus diapresiasi, bahkan anggota DPR sendiri pun harus melihatnya secara positif, setidaknya bisa dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, untuk mengubah penilaian masyarakat yang negatif terhadap DPR RI. Asumsinya, dengan penangkapan itu lambat laun anggota-anggota yang korup akan habis, atau setidaknya akan ketakutan.

Survey Transparansi Internasional Indonesia (TII) sudah beberapa kali menempatkan DPR sebagai lembaga yang paling korup, dan setiap hasil survei itu dipilih media, selalu ada penolakan dari oknum DPR.

Padahal kalau mau, hasil-hasil survei tersebut dapat dijadikan sarana untuk introspeksi dan mawas diri, bukan dijadikan lawan yang harus dikecam atau dalam bentuk lain dianggap angin lalu.

Karena itu, keseriusan KPK saat ini untuk membongkar praktik-praktik korupsi di lingkungan DPR haruslah diapresiasi dan dijadikan momentum untuk memperbaiki citra DPR. Jangan sampai orang yang bagus dan potensial menjadi legislator jadi malu dan urung menyalonkan diri lantaran tidak mau terkena imbas citra buruk yang identik dengan DPR.

Kita masih ingat beberapa waktu lalu ketika dalam suatu rapat antara Komisi III DPR dengan Jaksa Agung, salah seorang anggota DPR yang berkomentar bahwa Jaksa Agung, ketika itu Abdurahman Saleh, seperti ustad di kampung maling. Kalau tudingan yang cukup serius itu benar adanya, bukan tidak mungkin saat ini banyak orang tersenyum, mencibir, karena tudingan itu menjadi ibarat bumerang yang berbalik arah.

Jadi sebaiknya semua pihak yang menjadi anggota DPR saat ini, tentu buat yang benar-benar profesional dan bersih, justeru harus mendukung dan membukakan jalan seluas-luasnya agar KPK berhasil dalam tugasnya.

Keberhasilan KPK memberantas korupsi, termasuk membersihkan korupsi di DPR, sudah tentu berdampak positif, bagi DPR dan bagi bangsa ini. Dengan begitu, mudah-mudahan, DPR akan mampu mengembalikan kehormatan namanya, sebagaimana orang sering memanggil: "anggota Dewan yang Terhormat!"

Dimuat Oleh: www.myrmnews.com

Leave A Comment